Senin, 15 September 2014

Merajut Asa Meregang Nyawa

Berawal dalam rahim ibu kehidupan pun sudah mulai kita jalani. Rahim ibu menjadi tempat yang  kokoh dan penuh kenyamanan,sehingga saat waktu putaran waktu sembilan bulan berakhir dengan kelahiran kita sebagai seorang bayi mungil,suci dan lucu yang siap memasuki alam baru bernama alam dunia kita tergamang harus menghadapi alam dunia dengan semua konsekwensinya, dimana kita tidak lagi dpt suplai kebutuhan spt halnya saat dirahim ibu. Hidup penuh tantanganpun harus dimulai dengan sejuta perjuangan.

Tahun berlalu masa pun berganti, masa anak anak, remaja, yang penuh kecerian berganti kedewasaan yang menuntut kematangan berpikir untuk lanjutkan hidup yang kian menepi dimakan usia. Bahkan tak sedikit yang harus berjuang melawan kerasnya hidup sambil merajut asa meregang nyawa melawan   penyakit  kronis yang telah ditakdirkan mengerogoti diri. Masa kedewasaan yang penuh  masa masa keemasan harus dihadapi dengan kenyataan yang tak dapat ditolak karena begitulah kehendak Tuhan yang berkuasa mengengam  hidup kita.
 Pada saat inilah kita biasanya berada pada titik lemah menghadapi cobaan yang tengah dihadirkan Tuhan untuk pilihan terbaik dalam hidup yang harus dijalani. Sebagian besar kita  menghadapi kenyataan ini dengan rasa sedih yang mendalam mencari solusi pengobatan tiada henti bahkan tak jarang  berputus asa
sampai  kita lupa bahwa kehidupan di dunia ibarat pergi merantau dan ditengah perjalanan bertemu beragam halangan dan keindahan namun kita tak bisa berhenti selamanya diperjalanan karena ada tempat yang hendak dituju  tetapi  sanggupkah kita merajut asa meregang nyawa tanpa  merasa berputus asa dari kemurahan kasih sayang  Tuhan akan sebuah kesembuhan dengan kesungguhan ikhtiar dan sujud sujud kita? Karena sesungguhnya hidup ibarat menjelang rantau menjemput ajal sampai akhirnya kita bertemu kampung kekal abadi.

Kesungguhan hati berharap akan kemurahan Tuhan dalam kesungguhan sujud menjadi suatu yang tak terlupa kita jadikan obat penenang dari rasa gelisah karena menghadapi kesulitan hidup dan rasa sakit yang tak henti,dengan selalu berikhtiar untuk melalui semua cobaan dengan tegar dan sabar karena kita tahu pasti kasih sayang Tuhan dengan kemurahanNya jg tiada henti pada hamba hamba yang mengharap kasihNya.









Tidak ada komentar:

Posting Komentar