Berawal dalam rahim ibu kehidupan pun sudah mulai kita jalani. Rahim ibu menjadi tempat yang kokoh dan penuh kenyamanan,sehingga saat waktu putaran waktu sembilan bulan berakhir dengan kelahiran kita sebagai seorang bayi mungil,suci dan lucu yang siap memasuki alam baru bernama alam dunia kita tergamang harus menghadapi alam dunia dengan semua konsekwensinya, dimana kita tidak lagi dpt suplai kebutuhan spt halnya saat dirahim ibu. Hidup penuh tantanganpun harus dimulai dengan sejuta perjuangan.
Tahun berlalu masa pun berganti, masa anak anak, remaja, yang penuh kecerian berganti kedewasaan yang menuntut kematangan berpikir untuk lanjutkan hidup yang kian menepi dimakan usia. Bahkan tak sedikit yang harus berjuang melawan kerasnya hidup sambil merajut asa meregang nyawa melawan penyakit kronis yang telah ditakdirkan mengerogoti diri. Masa kedewasaan yang penuh masa masa keemasan harus dihadapi dengan kenyataan yang tak dapat ditolak karena begitulah kehendak Tuhan yang berkuasa mengengam hidup kita.
Pada saat inilah kita biasanya berada pada titik lemah menghadapi cobaan yang tengah dihadirkan Tuhan untuk pilihan terbaik dalam hidup yang harus dijalani. Sebagian besar kita menghadapi kenyataan ini dengan rasa sedih yang mendalam mencari solusi pengobatan tiada henti bahkan tak jarang berputus asa
sampai kita lupa bahwa kehidupan di dunia ibarat pergi merantau dan ditengah perjalanan bertemu beragam halangan dan keindahan namun kita tak bisa berhenti selamanya diperjalanan karena ada tempat yang hendak dituju tetapi sanggupkah kita merajut asa meregang nyawa tanpa merasa berputus asa dari kemurahan kasih sayang Tuhan akan sebuah kesembuhan dengan kesungguhan ikhtiar dan sujud sujud kita? Karena sesungguhnya hidup ibarat menjelang rantau menjemput ajal sampai akhirnya kita bertemu kampung kekal abadi.
Kesungguhan hati berharap akan kemurahan Tuhan dalam kesungguhan sujud menjadi suatu yang tak terlupa kita jadikan obat penenang dari rasa gelisah karena menghadapi kesulitan hidup dan rasa sakit yang tak henti,dengan selalu berikhtiar untuk melalui semua cobaan dengan tegar dan sabar karena kita tahu pasti kasih sayang Tuhan dengan kemurahanNya jg tiada henti pada hamba hamba yang mengharap kasihNya.
Senin, 15 September 2014
Jumat, 05 September 2014
Indahnya Kebersamaan
Memilih untuk menutupi diri saat indahnya tawaran persahabatan datang mengisi kebersamaan dari penuh sesaknya ruang hati oleh kepenatan yang panjang sama membiarkan hampanya hati saat berada ditengah keramaian, yang menyisakan beribu kepedihan dari ketidakterbukaan. Mari jemput kebahagian dengan selalau mengisi indahnya persahabatan.
Sepanjang Perjalanan Usiaku
Seiring putaran waktu kehidupan pun dilalui bahkan tampa disadari beribu kali sudah kaki melangkah mengikuti iramanya dalam meraih dan meniti setiap sudut kehidupan yang menjanjikan segala kesenangan. Dengan segala daya upaya tubuh pun dapat bertahan dari panasnya matahari yang membakar punggung dan tetap berjalan walau tertatih karena beratnya himpitan beban kehidupan.
Namun........................................................
sekuat kuatnya tubuh bertahan dari kerasnya himpitan beban kehidupan sekuat itu pula kita sangat membutuhkan tetesan kasih sayang dari orang-orang yang sangat kita cintai untuk memberikan lautan kasih sayang tak bertepi dalam menemani keseharian kita sehingga saat kita bertemu tiitk lemah dalam hidup, kita tak kan pernah merasa letih dan dahaga karena tetesan bahkan limpahan"lautan kasih" dari orang yang kita cintai yang mencintai kita sepanjang hidupnya karena kitalah orang terkasihnya.
Sesaat kita dapat merenung,,,,,,,,,,,,,ternyata sepanjang perjalanan usia, sesungguhnya lautan kasih antara kita dengan orang-orang tercinta yang tak pernah bertepi adalah semangat tak terhingga dalam meniti hidup dalam meraih samudra luas lautan kasihNya.
Namun........................................................
sekuat kuatnya tubuh bertahan dari kerasnya himpitan beban kehidupan sekuat itu pula kita sangat membutuhkan tetesan kasih sayang dari orang-orang yang sangat kita cintai untuk memberikan lautan kasih sayang tak bertepi dalam menemani keseharian kita sehingga saat kita bertemu tiitk lemah dalam hidup, kita tak kan pernah merasa letih dan dahaga karena tetesan bahkan limpahan"lautan kasih" dari orang yang kita cintai yang mencintai kita sepanjang hidupnya karena kitalah orang terkasihnya.
Sesaat kita dapat merenung,,,,,,,,,,,,,ternyata sepanjang perjalanan usia, sesungguhnya lautan kasih antara kita dengan orang-orang tercinta yang tak pernah bertepi adalah semangat tak terhingga dalam meniti hidup dalam meraih samudra luas lautan kasihNya.
Langganan:
Komentar (Atom)